Vladimíros “Vladi” Kurtidis baru saja menorehkan pencapaian yang belum pernah dicapai pemain lain di League of Legends. Mid laner Fnatic tersebut menjadi pemain pertama yang berhasil menembus angka 5.000 League Points (LP) di server Europe West (EUW).
Rekor tersebut dicetak pada 10 Agustus 2026. Tidak hanya mencapai angka fantastis tersebut, Vladi juga langsung menciptakan jarak yang sangat lebar dari pesaing terdekatnya. Saat mencapai milestone 5.000 LP, mid laner Fnatic itu tercatat unggul lebih dari 800 LP atas pemain yang berada tepat di bawahnya.
Media esports Sheep Esports turut mencatat pencapaian tersebut sebagai rekor pertama dalam sejarah League of Legends. Torehan Vladi menjadi bukti betapa konsistennya sang pemain menjalani kompetisi ranked sepanjang musim 2026.
Vladi Sudah Mainkan Hampir 2.000 Match Ranked !
Angka 5.000 LP tentu tidak datang secara instan. Sejak awal musim 2026, Vladi tercatat sudah memainkan 1.916 pertandingan ranked di League of Legends. Dari hampir 2.000 pertandingan tersebut, ia mengantongi 1.044 kemenangan dan 872 kekalahan. Jika dihitung, catatan tersebut menghasilkan win rate sekitar 54 persen.
Angka tersebut mungkin tidak terlihat ekstrem jika hanya melihat persentase kemenangan. Namun, konteksnya berubah ketika melihat volume pertandingan dan jumlah LP yang berhasil dikumpulkan Vladi.
Dalam satu pekan terakhir saja, Vladi disebut berhasil menambah sekitar 460 LP. Jika rentang waktunya diperpanjang hingga 30 hari, koleksi LP sang mid laner meningkat sekitar 1.070 poin.
Artinya, perjalanan menuju 5.000 LP bukan sekadar hasil dari performa sesaat. Vladi menunjukkan konsistensi tinggi sekaligus kemampuan mempertahankan performa ketika bermain dalam jumlah pertandingan yang sangat besar.
Champion Favorit Vladi di Solo Queue
Menariknya, champion yang sering digunakan Vladi di solo queue tidak selalu sama dengan pilihan yang muncul ketika dirinya memperkuat Fnatic di pertandingan resmi. Sepanjang 2026, beberapa champion yang cukup sering dimainkan Vladi di ranked antara lain Ryze, Jayce, Azir, Cassiopeia, dan Twisted Fate. Kelima champion tersebut menunjukkan fleksibilitas yang cukup luas untuk seorang mid laner.
Ryze dan Cassiopeia, misalnya, membutuhkan kemampuan positioning serta pengelolaan damage yang baik dalam team fight. Sementara Jayce menawarkan gaya bermain yang lebih agresif dan mengandalkan pressure sejak fase laning.
Azir juga menjadi pilihan yang menuntut mekanik tinggi, terutama dalam mengontrol positioning dan memaksimalkan damage dari Sand Soldier. Sementara Twisted Fate memberikan pendekatan berbeda melalui kemampuan melakukan pressure ke seluruh map.
Variasi tersebut memperlihatkan bahwa Vladi tidak hanya mengandalkan satu gaya bermain ketika menghadapi solo queue. Namun, pilihan champion tersebut memang terlihat cukup berbeda dibandingkan champion yang lebih sering ia gunakan saat tampil bersama Fnatic di kompetisi resmi.
Rekor EUW Sebelumnya Terpaut Jauh
Pencapaian Vladi menjadi semakin menarik jika dibandingkan dengan rekor sebelumnya di server EUW. Sebelum angka 5.000 LP ditaklukkan, rekor tertinggi di server Eropa Barat dipegang oleh Rudi “SkewMond” Semaan. Pada Februari 2025, SkewMond berhasil mencapai 2.263 LP, sekaligus melewati rekor sebelumnya yang pernah dicatat Muhammed “Agurin” Kojak.
Jika dibandingkan dengan pencapaian Vladi, perbedaannya sangat besar. Angka 5.000 LP milik Vladi bahkan lebih dari dua kali lipat rekor EUW sebelumnya.
Lonjakan tersebut menunjukkan bagaimana persaingan ranked League of Legends mengalami perubahan signifikan dalam beberapa musim terakhir. Batas LP yang dahulu terasa sangat tinggi kini mulai kembali didorong oleh pemain-pemain elite.
Sistem Ranked LoL Ikut Mengalami Perubahan
Rekor baru Vladi juga tidak bisa dilepaskan dari perubahan sistem ranked League of Legends pada musim 2026. Riot Games melakukan sejumlah penyesuaian terhadap mekanisme Aegis of Valor serta aturan duo play untuk pemain di peringkat tinggi. Perubahan tersebut dilakukan sepanjang musim untuk mengatur kembali pengalaman bermain di tier elite.
Pada patch 26.15, Riot kembali melakukan penyesuaian terhadap aturan duo di tier Master. Pemain Master diperbolehkan melakukan duo dengan pemain yang memiliki peringkat berdekatan, sedangkan aturan berbeda tetap diterapkan untuk pemain Grandmaster dan Challenger.
Meski sistem ranked mengalami sejumlah perubahan, angka 5.000 LP sebelumnya tetap belum berhasil ditembus.
Karena itu, pencapaian Vladi menjadi lebih dari sekadar angka di leaderboard. Ia berhasil melewati batas yang selama ini belum tersentuh pemain lain sekaligus menciptakan gap besar dari kompetitor terdekat.
Vladi Masih Kokoh di Puncak EUW
Setelah mencatat 5.000 LP, Vladi masih bertahan sebagai pemain nomor satu di ladder Eropa Barat. Keunggulannya atas pesaing terdekat juga masih sangat signifikan.
Dengan musim kompetitif 2026 yang masih berjalan, menarik untuk melihat sejauh mana angka tersebut bisa terus berkembang. Apalagi, Vladi menunjukkan tren kenaikan LP yang cukup agresif dalam beberapa pekan terakhir.
Bagi Fnatic, performa ranked seperti ini tentu menjadi sinyal positif mengenai kondisi mekanik dan konsistensi salah satu pemain penting mereka. Sementara bagi komunitas League of Legends, angka 5.000 LP memberikan standar baru mengenai seberapa tinggi batas permainan solo queue di server EUW.
Rekor tersebut pada akhirnya menjadi pengingat bahwa leaderboard League of Legends masih menyimpan ruang untuk ditaklukkan. Setelah Vladi menjadi pemain pertama yang mencapai 5.000 LP, pertanyaan berikutnya bukan lagi apakah milestone tersebut mungkin dicapai, melainkan berapa jauh Vladi bisa membawa rekor tersebut sebelum ada pemain lain yang mencoba mengejarnya?