Salah satu nama terbesar dalam sejarah kompetitif Dota 2, Syed Sumail “SumaiL” Hassan, akhirnya mengumumkan pensiun dari scene profesional. Keputusan tersebut disampaikan setelah Nigma Galaxy tersingkir dari The International (TI) 2026, Sabtu (22/8/2026).
SumaiL mengakhiri perjalanan kompetitifnya setelah lebih dari satu dekade berkarier di level tertinggi. Pemain asal Pakistan tersebut sebelumnya sudah memberikan sinyal bahwa TI 2026 mungkin menjadi turnamen terakhirnya.
Harapan penggemar sempat muncul ketika Nigma Galaxy tampil mengejutkan sepanjang turnamen. Namun, perjalanan Cinderella mereka akhirnya dihentikan BoomBoys atau BetBoom Team pada lower bracket quarterfinals.
Nigma Galaxy kalah 1-2 dan harus puas finis di posisi 5-6 TI 2026, sama seperti pencapaian mereka pada turnamen tahun sebelumnya.
SumaiL Pastikan TI 2026 Jadi Turnamen Terakhir
Dalam wawancara setelah pertandingan, SumaiL mengonfirmasi bahwa dirinya kemungkinan besar akan meninggalkan kompetisi profesional. Ia mengakui Nigma Galaxy sebenarnya memiliki peluang besar untuk melangkah lebih jauh. Setelah hampir mencapai tiga besar pada hari sebelumnya, Nigma akhirnya harus menghadapi BoomBoys dan kalah dalam game penentuan.
SumaiL juga ditanya apakah performa mengejutkan Nigma Galaxy di TI 2026 dapat membuatnya berubah pikiran.
Sang veteran mengatakan dirinya masih ingin mempertimbangkan keputusan tersebut, tetapi untuk saat ini tidak melihat kemungkinan kembali berkompetisi secara profesional.
Pernyataan tersebut membuat TI 2026 semakin emosional bagi para penggemar SumaiL. Setelah lebih dari 10 tahun menghiasi panggung kompetitif, salah satu pemain paling ikonik Dota 2 tersebut akhirnya memilih mengakhiri kariernya.
SumaiL Berterima Kasih kepada Fans
Setelah memastikan keputusan pensiun, SumaiL juga memberikan apresiasi kepada para penggemar yang telah mendukungnya selama bertahun-tahun. Ia mengakui beberapa tahun terakhir dalam kariernya tidak selalu berjalan mudah. Namun, dukungan komunitas tetap menjadi bagian penting dari perjalanan panjangnya sebagai pemain profesional.
Menurut SumaiL, para penggemarlah yang membuat Dota 2 tetap terasa spesial. Pesan tersebut menjadi salah satu momen paling menyentuh setelah Nigma Galaxy tersingkir dari TI 2026. Meski gagal mengangkat Aegis untuk kedua kalinya, SumaiL meninggalkan kompetisi dengan status sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah game tersebut.
Cinderella Run Nigma Galaxy di TI 2026
Sebelum tersingkir, Nigma Galaxy justru menjadi salah satu tim dengan cerita paling menarik di TI 2026. Tidak banyak yang memperkirakan Nigma mampu mencapai Playoffs, apalagi finis di enam besar. Performa mereka sepanjang musim juga tidak terlalu meyakinkan sehingga status mereka lebih mirip kuda hitam dibandingkan kandidat juara.
Nigma bahkan mengawali Group Stage dengan kekalahan telak dari Iron Wing atau 1w Team. Namun, kekalahan tersebut justru menjadi titik balik.
Nigma kemudian mencatat delapan kemenangan beruntun dalam empat ronde berikutnya. Mereka berhasil mengalahkan tim-tim kuat seperti OG, LGD Gaming, Vici Gaming, dan Team Spirit.
Kemenangan atas Team Spirit pada Round 5 membuat Nigma mengamankan tiket langsung ke Playoffs.
Menumbangkan Juara Bertahan Team Falcons
Perjalanan mengejutkan Nigma berlanjut di babak Playoffs. Pada ronde pertama, mereka berhadapan dengan juara bertahan Team Falcons. Nigma tampil luar biasa dan berhasil mengalahkan Falcons dengan skor 2-1.
Hasil tersebut membawa Nigma ke upper bracket semifinal dan semakin memperkuat status mereka sebagai kuda hitam TI 2026. Namun, lawan berikutnya jauh lebih berat.
Nigma menghadapi Team Yandex, salah satu kandidat favorit untuk memenangkan Aegis of Champions.
74 Menit yang Jadi Salah Satu Game Terbaik TI 2026
Pertandingan Nigma Galaxy kontra Yandex menghadirkan salah satu game paling dramatis dalam turnamen. Pada game pertama, Nigma berhasil mencatat kemenangan comeback setelah pertandingan berlangsung selama 74 menit.
SumaiL tampil impresif menggunakan Necrophos, sementara Lorenof memainkan Storm Spirit dan Davai Lama menggunakan Enigma.
Davai Lama menjadi salah satu bintang utama pertandingan tersebut berkat penggunaan Black Hole yang berkali-kali berhasil menangkap beberapa hero Yandex sekaligus. Namun, Yandex tidak menyerah. Mereka melakukan reverse sweep 2-1 dan akhirnya menjatuhkan Nigma ke lower bracket.
Pertandingan tersebut berakhir hampir pukul 03.00 waktu Shanghai. Situasi itu membuat Nigma hanya memiliki waktu sekitar delapan jam untuk mempersiapkan diri menghadapi BoomBoys di lower bracket quarterfinals.
BoomBoys Jadi Penghalang Terakhir
Nigma tetap memberikan perlawanan maksimal ketika menghadapi BoomBoys. Pertandingan harus dimainkan hingga game ketiga setelah kedua tim saling bertukar kemenangan. Sayangnya bagi Nigma, BoomBoys tampil lebih kuat pada game penentuan dan mengakhiri pertandingan dalam waktu 43 menit.
Kekalahan tersebut membuat Nigma finis di posisi 5-6 dan sekaligus mengakhiri perjalanan profesional SumaiL. Meski gagal meraih Aegis kedua, SumaiL tetap meninggalkan TI 2026 dengan performa yang layak dikenang.
Warisan Besar SumaiL di Dota 2
SumaiL bukan sekadar pemain profesional biasa. Ia merupakan salah satu talenta paling fenomenal yang pernah muncul di scene Dota 2. Ia bergabung dengan Evil Geniuses pada Januari 2015. Tidak lama kemudian, SumaiL membantu EG memenangkan Dota 2 Asia Championships 2015 ketika usianya baru 15 tahun.
Beberapa bulan setelah itu, ia kembali mencetak sejarah dengan memenangkan TI 2015 bersama Evil Geniuses pada usia 16 tahun. SumaiL hingga kini dikenal sebagai pemain termuda yang pernah bermain sekaligus memenangkan The International. Ia juga memegang rekor 31 kill dalam satu pertandingan TI, yang dicatat pada TI 2018.
Sepanjang kariernya, SumaiL mengoleksi delapan gelar turnamen Tier 1, termasuk TI 2015. Ia juga dua kali finis di posisi ketiga TI, yakni pada 2016 dan 2018, serta sembilan kali menembus Top 3 turnamen Major.
Akhir Karier yang Tetap Istimewa
Tiga tahun terakhir karier SumaiL dihabiskan bersama Nigma Galaxy. Bersama organisasi tersebut, ia membantu tim lolos ke TI dan mencatat finis Top 6 dalam dua edisi secara beruntun. Kedua pencapaian itu menjadi sejarah tersendiri bagi Nigma Galaxy.
Kini, SumaiL memilih menutup perjalanan profesionalnya setelah TI 2026. Ia mungkin tidak mendapatkan Aegis kedua yang diinginkannya, tetapi warisannya di Dota 2 sudah jauh lebih besar daripada sekadar jumlah trofi.
Dari wonderkid berusia 16 tahun yang mengangkat Aegis pada 2015 hingga veteran yang membawa Nigma Galaxy menembus Top 6 TI 2026, SumaiL telah menjalani salah satu karier paling ikonik dalam sejarah esports Dota 2. Dan setelah lebih dari satu dekade, panggung The International 2026 menjadi saksi terakhir perjalanan sang “King” di kompetisi profesional.