Team Spirit kembali mengukir sejarah di panggung Dota 2. Kemenangan atas PARIVISION di grand final The International 2026 (TI 2026) membuat Spirit resmi mengoleksi tiga Aegis of Champions. Namun, bagi Illya “Yatoro” Mulyarchuk, tiga gelar ternyata belum menjadi batas akhir.
Dalam wawancara setelah pertandingan, Yatoro justru mengungkapkan ambisi yang lebih besar. Sang carry Team Spirit berharap masih bisa memenangkan The International empat atau bahkan lima kali.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen paling menarik dalam perayaan kemenangan Team Spirit di Shanghai. Di saat sebagian pemain masih berusaha memahami pencapaian bersejarah mereka, Yatoro sudah memikirkan bagaimana memperpanjang dominasinya.
Team Spirit Jadi Juara TI Tiga Kali
Team Spirit memastikan gelar juara The International 2026 setelah mengalahkan PARIVISION dengan skor 3-2 dalam grand final dramatis di Shanghai. Hasil tersebut menjadikan Team Spirit sebagai organisasi pertama yang berhasil mengangkat Aegis of Champions sebanyak tiga kali. Spirit sebelumnya menjadi juara pada TI 2021 dan TI 2023. Kini, tiga tahun setelah gelar keduanya, mereka kembali berada di puncak kompetisi Dota 2 dunia.
Bagi Yatoro dan Magomed “Collapse” Khalilov, pencapaian ini bahkan lebih spesial. Keduanya menjadi pemain pertama dalam sejarah Dota 2 yang memenangkan The International sebanyak tiga kali. Sementara itu, Yaroslav “Miposhka” Naidenov juga mencatat pencapaian unik. Setelah sebelumnya memenangkan TI sebagai pemain, Miposhka kini meraih Aegis sebagai pelatih Team Spirit.
Rue Masih Merasa Seperti Bermimpi
Besarnya pencapaian Team Spirit membuat para pemain belum sepenuhnya mampu mencerna apa yang baru saja terjadi. Aleksandr “rue” Filin menggambarkan perasaannya setelah pertandingan dengan sangat sederhana. Ia mengaku kemenangan tersebut terasa seperti mimpi dan dirinya masih seolah berada di dalam pertandingan best-of-five.
Reaksi rue memperlihatkan betapa intensnya grand final TI 2026. Lima game harus dimainkan sebelum Team Spirit akhirnya mengunci kemenangan.
Bagi rue, ini juga menjadi Aegis of Champions pertama sepanjang kariernya. Bahkan, gelar tersebut diraih dalam penampilan perdananya di The International.
Not Me Beri Pesan untuk Ibu dan Fans
Alexey “not me” Kosmynin juga mendapatkan Aegis pertamanya bersama Team Spirit. Dalam wawancara pascapertandingan, sang pemain memberikan pesan singkat tetapi emosional. Ia menyampaikan terima kasih kepada ibunya dan para penggemar yang terus mendukung perjalanan kariernya.
Momen tersebut menjadi salah satu sisi humanis dari kemenangan Team Spirit. Di balik strategi, draft, dan pertarungan sengit di dalam game, ada perjalanan panjang para pemain bersama keluarga dan komunitas yang selalu memberikan dukungan.
Yatoro Ingin Empat atau Lima Gelar TI
Jika ada satu pernyataan yang paling mencuri perhatian setelah grand final, tentu saja datang dari Yatoro. Setelah meraih gelar TI ketiganya, Yatoro ditanya mengenai perjalanan kariernya sejak memenangkan Aegis pertama. Bukannya puas dengan pencapaian tersebut, carry Team Spirit justru mengungkapkan target yang jauh lebih tinggi.
“Saya harap bisa menang empat atau lima kali.”
Pernyataan itu memperlihatkan mental kompetitif Yatoro. Tiga Aegis yang sudah berada di lemari trofinya belum membuat pemain Ukraina tersebut ingin berhenti mengejar sejarah. Jika Yatoro benar-benar berhasil meraih gelar keempat atau kelima pada masa depan, rekornya akan semakin sulit dikejar.
Collapse: “Wonderful Feeling”
Magomed “Collapse” Khalilov juga merasakan malam yang sangat spesial. Offlaner Team Spirit tersebut kini menjadi salah satu pemain paling sukses dalam sejarah TI dengan tiga gelar juara. Ketika ditanya mengenai perasaannya setelah kembali menjadi juara dunia, Collapse menyoroti performa tim dan pertarungan terakhir dalam grand final.
Menurutnya, pertandingan berlangsung luar biasa dan Team Spirit mampu tampil maksimal ketika momen paling menentukan datang.
Saat ditanya bagaimana rasanya dianggap sebagai salah satu offlaner terbaik dunia setelah memenangkan TI untuk ketiga kalinya, Collapse hanya memberikan jawaban singkat: “Wonderful feeling.” Singkat, tetapi jelas menggambarkan kebanggaan sang pemain.
Miposhka Juara sebagai Pemain dan Pelatih
Kemenangan Team Spirit juga memberikan babak baru dalam perjalanan Miposhka. Ia sebelumnya menjadi bagian dari skuad Team Spirit yang memenangkan TI sebagai pemain. Kini, ia kembali mengangkat Aegis dari posisi berbeda, yakni sebagai pelatih.
Ketika ditanya apakah dirinya merasa sudah berhasil “mengalahkan” game setelah semua pencapaian tersebut, Miposhka memberikan jawaban penuh keyakinan: “Obviously.”
Kesuksesan tersebut membuat perjalanan Miposhka semakin unik. Tidak banyak pemain yang mampu merasakan gelar TI baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih.
Selain tiga gelar juara, Yatoro juga mencatat statistik luar biasa sepanjang The International 2026. Ia sempat membukukan 1.121 gold per minute (GPM) saat menggunakan Nature’s Prophet ketika menghadapi Team Liquid di lower bracket.
Catatan tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Kiritych dengan 1.105 GPM saat memainkan Necrophos. Artinya, Yatoro unggul 16 GPM dari rekor sebelumnya. Dalam pertandingan tersebut, Yatoro menyelesaikan game dengan KDA 9/2/20 dan menjadi salah satu faktor penting kemenangan Team Spirit.
Legacy Team Spirit Makin Sulit Dikejar
Kemenangan di Shanghai membuat Team Spirit semakin kokoh sebagai salah satu organisasi terbesar dalam sejarah Dota 2. Tiga Aegis yang diraih pada 2021, 2023, dan 2026 menunjukkan konsistensi luar biasa di kompetisi dengan tekanan paling tinggi.
Namun, ucapan Yatoro membuat komunitas gamers kini punya alasan untuk menantikan TI berikutnya. Apakah sang carry benar-benar mampu mencapai empat atau bahkan lima gelar?
Untuk saat ini, Team Spirit sudah memiliki tiga mahkota. Yatoro dan Collapse menjadi pemain pertama dengan tiga kemenangan TI, sementara Miposhka menambah kisah unik sebagai juara baik dari posisi pemain maupun pelatih.
Satu hal sudah pasti: perjalanan Team Spirit belum terasa selesai. Tiga Aegis mungkin bukan akhir, melainkan awal dari ambisi baru Yatoro untuk menciptakan rekor yang semakin sulit disentuh generasi berikutnya.