Persaingan menuju gelar juara The International 2026 (TI15) memasuki babak paling menentukan. Delapan tim telah memastikan tempat di playoff, dan sejumlah nama besar dari komunitas Dota 2 mulai memberikan prediksi mengenai siapa yang paling berpeluang mengangkat Aegis of Champions.
Dua sosok yang ikut memberikan pandangan adalah mantan pemain profesional Artur “Arteezy” Babaev dan streamer Alexander “Nix” Levin. Menariknya, keduanya sama-sama menempatkan PARIVISION sebagai salah satu kandidat terkuat.
Namun, Arteezy masih melihat dua tim lain sebagai pesaing serius, yakni Team Falcons dan Team Liquid.
Arteezy Pilih Tiga Favorit TI 2026
Ketika ditanya mengenai tiga tim yang paling berpeluang finis di posisi teratas TI 2026, Arteezy menyebut tiga nama.
“Top 3: PARIVISION, Team Falcons, Team Liquid. I don’t know in what order.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Arteezy belum mau menentukan satu tim sebagai favorit mutlak. Menurutnya, PARIVISION, Falcons, dan Liquid memiliki kualitas yang cukup untuk menembus tiga besar.
PARIVISION memang memiliki modal paling kuat. Mereka menyelesaikan fase grup TI 2026 dengan catatan terbaik dan langsung mengamankan tiket menuju playoff.
Sementara itu, Team Falcons dan Team Liquid harus melewati jalur Elimination Stage untuk memastikan tempat di babak utama. Kendati demikian, keduanya tetap dipandang sebagai kandidat serius berkat kualitas roster dan pengalaman yang dimiliki.
PARIVISION Jadi Favorit Utama Versi Nix
Jika Arteezy masih ragu menentukan urutan, Nix justru jauh lebih tegas. Sang streamer menilai PARIVISION adalah kandidat utama untuk memenangkan The International 2026. Nix bahkan menilai performa PARIVISION terlihat berada di level berbeda dibandingkan sebagian besar pesaingnya.
Salah satu alasan utama yang ia soroti adalah cara PARIVISION mengelola fase farming. Menurut Nix, tim tersebut tidak terburu-buru mencari pertarungan ketika belum diperlukan. Mereka lebih fokus meningkatkan level, mengumpulkan gold, serta memastikan setiap pemain mendapatkan sumber daya secara konsisten.
Pendekatan tersebut terlihat sederhana, tetapi menurut Nix justru sulit ditiru oleh tim lain. Ia menilai PARIVISION mampu melakukan farming dengan jauh lebih efektif dibandingkan lawan mereka. Setiap pemain seolah memiliki pemahaman yang sama mengenai kapan harus bertarung dan kapan harus kembali mengambil resource.
Farming Jadi Senjata Rahasia PARIVISION?
Analisis Nix memberikan sudut pandang menarik mengenai kekuatan PARIVISION di TI 2026. Dota 2 sering kali identik dengan team fight spektakuler, tetapi ekonomi tim tetap menjadi fondasi penting untuk memenangkan pertandingan.
PARIVISION tampaknya memahami aspek tersebut dengan sangat baik. Alih-alih memaksakan pertarungan, mereka dapat mengubah waktu menjadi keuntungan dengan terus mengembangkan item dan level.
Nix bahkan memprediksi tim lain akan mencoba menganalisis pertandingan PARIVISION selama jeda sebelum playoff. Tujuannya tentu untuk menemukan cara menghentikan pola permainan tersebut.
Masalahnya, meniru strategi belum tentu berarti bisa menghasilkan eksekusi yang sama. Perbedaan kecil dalam farming pattern, pengambilan keputusan, hingga kontrol map dapat membuat strategi tersebut gagal ketika diterapkan oleh tim lain.
Enam Tim Punya Mantan Juara TI
Playoff TI 2026 juga menarik karena sebagian besar peserta memiliki pemain yang pernah mengangkat Aegis. Dari delapan tim yang tersisa, enam tim memiliki setidaknya satu pemain yang pernah menjadi juara The International. Hanya PARIVISION dan BetBoom Team yang tidak memiliki mantan juara TI di dalam roster mereka.
Artinya, apabila salah satu dari enam tim tersebut keluar sebagai juara, setidaknya satu pemain akan mendapatkan Aegis kedua atau bahkan ketiga. Sebaliknya, jika PARIVISION atau BetBoom Team menjadi juara, seluruh pemain mereka akan meraih gelar The International untuk pertama kalinya.
Menariknya, status PARIVISION sebagai tim tanpa mantan juara justru tidak mengurangi kepercayaan Nix terhadap mereka. Sang streamer melihat kekuatan kolektif tim tersebut sudah cukup untuk menjadikan mereka kandidat utama.
Siapa yang Paling Berpeluang Mengangkat Aegis?
Prediksi Arteezy dan Nix memberikan gambaran bahwa PARIVISION, Team Falcons, dan Team Liquid patut menjadi tim yang paling diperhatikan ketika playoff dimulai. PARIVISION membawa momentum terbaik setelah menjadi pemuncak fase grup. Falcons dan Liquid, di sisi lain, harus menunjukkan bahwa pengalaman melewati Elimination Stage bisa menjadi keuntungan ketika memasuki pertandingan bertekanan tinggi.
Pada akhirnya, prediksi hanyalah prediksi. Tim yang terlihat dominan di fase grup belum tentu mampu mempertahankan performanya ketika berhadapan dengan lawan terbaik di playoff. Dengan Aegis yang semakin dekat, TI 2026 kini memasuki fase ketika satu draft, satu team fight, atau satu keputusan farming dapat menentukan nasib sebuah tim.