Keberhasilan PARIVISION menjuarai Dota 2 Esports World Cup (EWC) 2026 tak lepas dari kemampuan mereka membaca meta permainan dengan sangat baik. Namun di balik dominasi tersebut, pelatih PARIVISION, Clement “Puppey” Ivanov, justru mengaku bahwa kesuksesan timnya sangat dipengaruhi oleh arah meta saat ini.
Dalam wawancara yang dimuat pada vlog resmi tim selama turnamen berlangsung, legenda Dota 2 tersebut menjelaskan bahwa sejumlah tim papan atas sebenarnya memainkan gaya permainan yang sangat mirip. Menurutnya, apabila Valve merilis patch baru yang mengubah meta, peta persaingan menuju The International (TI) 2026 bisa berubah secara drastis.
Pernyataan Puppey pun menjadi perhatian komunitas Dota 2 karena patch 7.41d yang digunakan di EWC 2026 kemungkinan besar juga akan menjadi patch utama pada TI 2026 apabila Valve tidak menghadirkan pembaruan baru sebelum pertengahan Agustus.
Ligagame: Puppey Sebut Empat Tim Bermain dengan Meta yang Sama
Menurut Puppey, hampir seluruh tim peserta berusaha memainkan Dota terbaik mereka. Namun jika diamati lebih dalam, terdapat beberapa organisasi yang memiliki pendekatan strategi hampir identik. Ia menyebut PARIVISION, Aurora Gaming, Team Yandex, dan 1win sebagai empat tim yang mengusung pola permainan serupa sepanjang Esports World Cup 2026.
Meski demikian, Puppey juga mengakui masih ada beberapa tim yang mempertahankan identitas bermain berbeda, salah satunya Team Liquid.
“Semua tim ingin bermain sebaik mungkin. Kadang terlihat semua memainkan hal yang sama, tetapi ada juga tim yang benar-benar berbeda. Team Liquid punya gaya unik. Sementara kami, Aurora, Yandex, dan 1win memainkan Dota yang hampir sama,” jelas Puppey.
Ia bahkan menilai dominasi PARIVISION saat ini tidak akan bertahan selamanya apabila Valve memutuskan melakukan penyesuaian keseimbangan hero maupun mekanik permainan.
Menurutnya, perubahan meta akan membuka peluang bagi organisasi lain untuk tampil sebagai penantang baru.
Banyak Belajar dari 1win Meski Gagal Bersinar
Salah satu pengakuan paling menarik dari Puppey adalah ketika ia menyebut 1win sebagai tim terkuat yang pernah mereka hadapi selama sesi latihan (scrim), meskipun hasil akhir turnamen tidak berpihak kepada mereka. Menurut pelatih asal Estonia tersebut, 1win memperlihatkan banyak strategi yang kemudian menjadi tren sepanjang EWC 2026. Beberapa hero seperti Dark Seer dan Earth Spirit menjadi contoh bagaimana 1win berhasil menunjukkan potensi sebenarnya dari hero-hero tersebut kepada tim lain.
Puppey mengaku PARIVISION kemudian mempelajari strategi tersebut dan mengadaptasinya ke dalam permainan mereka.
“Saat kami tiba di turnamen dan melakukan scrim melawan 1win, mereka menunjukkan Dota yang sangat kuat. Mereka memperkenalkan banyak hal yang akhirnya dipakai banyak tim. Kami tahu hero-hero itu cukup bagus, tetapi tidak menyangka sekuat itu. Kami belajar banyak dari mereka dan itu sangat membantu.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses latihan antartim profesional sering kali menjadi tempat lahirnya meta baru sebelum benar-benar terlihat di pertandingan resmi.
PARIVISION Tutup Turnamen Tanpa Kehilangan Dominasi
Meski mengakui belajar dari rivalnya, hasil akhir tetap berpihak kepada PARIVISION. Mereka berhasil mengakhiri perjalanan di Esports World Cup 2026 dengan status juara setelah mengalahkan sesama wakil Eropa Timur, BetBoom Team, melalui skor 3-1 pada Grand Final.
Sepanjang turnamen, PARIVISION tampil sangat konsisten dengan hanya kehilangan sedikit game sebelum akhirnya mengangkat trofi juara sekaligus membawa pulang hadiah utama senilai US$750 ribu.
Sementara itu, 1win justru gagal memenuhi ekspektasi meski disebut Puppey sebagai salah satu tim terkuat secara permainan. Mereka harus tersingkir di Survival Stage setelah kalah dari Vici Gaming, sehingga gagal mencapai babak Playoff.
Patch 7.41d Bisa Jadi Penentu The International 2026
Komentar Puppey juga memunculkan diskusi menarik mengenai masa depan kompetisi Dota 2. Seluruh pertandingan Esports World Cup 2026 menggunakan patch 7.41d, yang dianggap banyak pemain profesional sebagai salah satu patch paling stabil dalam beberapa bulan terakhir.
Namun hingga saat ini Valve belum mengumumkan pembaruan besar berikutnya. Jika tidak ada patch baru sebelum 13 Agustus 2026, maka besar kemungkinan The International 2026 akan menggunakan versi permainan yang sama.
Situasi tersebut membuat tim-tim peserta memiliki kesempatan mempelajari strategi PARIVISION secara lebih mendalam.
Sebaliknya, apabila Valve merilis patch baru dengan sejumlah nerf terhadap hero maupun mekanisme yang menjadi inti permainan PARIVISION, prediksi Puppey bisa menjadi kenyataan. Meta baru berpotensi melahirkan penantang berbeda dan membuat persaingan menuju perebutan Aegis of Champions semakin terbuka.
Dengan pengalaman panjang sebagai pemain dan kini pelatih, pandangan Puppey mengenai evolusi meta tentu menjadi salah satu indikator menarik untuk melihat bagaimana peta kekuatan Dota 2 akan berubah menjelang turnamen paling bergengsi tahun ini.